Friday, June 5, 2009

Terapi musik klasik untuk janin

Dulu, waktu jaman kuliah di surabaya dan stase obsgyn, aku dipinjemin buku sama seorang guru, namanya dr Hermanto,SpOG, tentang terapi musik pada kehamilan.
Bukunya bahasa inggris, cetakan lamaa. Tapi isinya bagus.
Jadi, di buku itu diceritakan bahwa mulai janin bisa mendengar ( 20 minggu ) kita bisa mengusahakan kecerdasannya bertambah dengan cara memperdengarka lagu.
Janin punya memori juga lho.
Jadi ada cerita2 di buku itu, seorang anak yang tiba2 bisa memainkan lagu tertentu di piano padahal dia belum pernah belajar lagu itu, ternyata karena dulu pas ibunya hamil, ibunya suka mainin lagu itu di piano.

Sebetulnya sejak bisa mendengar, janin sudah terbiasa mendengar suara detak jantung ibu. Makanya kalo digendong kepalanya di arah jantung kita ( dada kiri ), bayi biasanya lebih tenang, karena dia denger detak jantung kita, sama kaya waktu dia dalam perut dulu.

Di buku itu dibilang, bayangkan gimana ngga enaknya buat janin itu kalo kita ngga mengadakan kontak sama dia sama sekali sejak dia dalam perut. Diilustrasikan kamu berada dalam ruangan tertutup, sendirian, menunggu selama 9 bulan, dan tidak ada yang mengajak kamu bicara. Betapa kesepiannya... Makanya ibu hamil harus mulai ngajak ngobrol janinnya sejak dia bisa mendengar.

Back to terapi musik..
Waktu itu (taun 2006 an tuh ) dr Hermanto bilang : jadi... kalo hamil, sejak 5 bulan coba puter musik klasik selama 1 jam perhari, untuk merangsang pertumbuhan otak anakmu. Waktu itu beliau sedang merencakan untuk bikin penelitian tentang itu.

Beberapa minggu ini aku browsing, ada beberapa pendapat :
1. Mendukung bahwa musik klasik meningkatkan jumlah sel otak janin
2. Musik yang diperdengarkan ngga mempengaruhi kecerdasan. Dengan mendengar musik sebetulnya ibu-lah yang bakal lebih rileks, dan ketenangan jiwa ibu itu yang akan membuat anaknya bisa tumbuh bagus.

Kemarin, ternyata ngga sengaja aku menemukan artikel tentang laporan penelitian dr Hermanto.
Ternyata sudah dikerjakan dan sudah ada hasilnya.
Jadi ada tikus yang dibagi 4 kelompok. Sebelumnya tikusnya dibuat hamil dulu dengan disuntikkan hormon.
Kelompok pertama : ibu tikus diperdengarkan musik Mozart
kelompok kedua : musik gamelan
kelompok tiga : musik dangdut
kelompok empat : ngga pake musik ( kelompok kontrol )

Setelah ibu tikus melahirkan, bayi tikus dibunuh dan dihitung sel otaknya.
Bayi tikus yang ibunya diperdengarkan musik klasik rata2 sel otaknya 136
musik gamelan 80 an
musik dangdut 70 an
kelompok kontrol 44

Nah, jauh banget ya bedanya.
Percobaan ini ngga mungkin dikerjakan pada manusia karena siapaaaa yang mau bayinya dibunuh trus dihitung sel otaknya?
jadi asumsinya percobaan ini bisa mewakili. mau dicoba lagi pada kambing dan efek mengaji pada sel otak janin.
Oh yaa... musiknya ini diperdengarkan jam 20.00-23.00 ( di artikel lain dibilang kapan saja sih boleh, pas janin lagi bangun-- terasa gerakannya lebih aktif)

Ada penelitian lain yang mengatakan musik klasik pas hamil membantu membentuk rahang dan gusi lebih bagus daripada janin yang ga pernah denger musik.

Hmmm....
believe it or not?
Aku sih mungkin akan mencoba yaa...

Bacaan :
Musik mozart tingkatkan kecerdasan bayi
Janin juga punya perasaan
Cerdaskan janin, musik boleh, asuan gizi lebih penting

No comments: