Saturday, October 1, 2011

What you tweet defines you best

Aku awalnya BUKAN termasuk orang yang merasa bahwa tulisan di profile status BBM. status di YM, posts di facebook, tweets di twitter itu menggambarkan tentang kita.

Tetapi aku biasanya sih memang menulis segala sesuatu yang terlintas di kepala *dan layak share* di tweet (setelah aku berhenti facebooking).


Tapi untuk beberapa orang tampaknya profile status di BBM atau status di YM suka diubah-ubah dalam hitungan menit sehingga benar-benar menggambarkan suasana hati (dan sifat?) pemiliknya sehingga mau ga mau aku berpikir ya memang dia orang yang seperti itu.


Ada salah seorang contact di BBM yang profile statusnya selalu berisi motivational quote, kata2 yang baik2 dan normatif. Dalam kehidupan nyata ya memang seperti itulah orangnya.

Ada juga contact di BBM yang setiap 5 menit statusnya berubah (disertai perubahan profile pic tentunya hehehehe) yang isinya selaluuuu tentang keluhan.

Awalnya sih biasa saja membacanya, tapi end up kesel juga (apa sih iniiiiii, tiap 5 menit ada aja yang dikeluhin). Dan karena yang menulis seperti itu adalah junior, aku akhirnya mengambil sikap tidak mau lagi memberi dia kerjaan (look! how a simple BBM status can affect your chances and opportunities)


Mengembalikan pada diri sendiri, aku jadi sekarang berusaha (masih dalam tahap berusaha ya :p) untuk ga terlalu banyak berkeluh kesah di twitter, soalnya kok ya ternyata berkeluh-kesah yang terus-terusan itu mengganggu orang (dan bikin orang berpikir kita ini ahli keluh)----meskipun ini susah sekali, karena kalo males kerja tapi kerjaan numpuk itu ya enaknya memang ditulis di twitter :D

Aku juga bukan tipe orang yang akan post inspirational quotes terus-terusan sih (kecuali dalam keadaan termotivasi).. cuma memang kadar tweet atau post yang berbau keluhan sepertinya lebih baik dikurangi (seperti halnya mengeluh itu kan memang ga baik).


Beberapa kali ini baca di twitter pas wawancara pekerjaan si kandidat ditanya akun twitternya dan langsung dibuka timeline-nya saat itu juga oleh si pewawancara. Dengan asumsi the tweets define the candidate.

Setelah baca seperti itu aku sekarang jadi sering membaca-baca ulang timelineku sendiri dan harus lebih hati-hati menulis sepertinya.

Bukan dalam konteks nanti akan cari kerja dan si bos akan bacain timeline (teknik ini sepertinya belum berlaku dalam dunia kedokteran---pas melamar sekolah/kerja trus TLnya dibaca), but in real life, that kind of judgement will naturally happen.

Don't you think so?

Mr Spidey

Taken from one of my favourite cartoon movies, a quote which is so true.




Monday, September 26, 2011

bekerja dengan cinta

Suatu hari, mama bikin post seperti ini di facebook:

..Apa itu bekerja dengan cinta?
Yaitu ketika kau menenun kain dengan benang yang diambil dari hatimu, bahkan seolah olah orang yang kau cintai yang memakainya.
Yaitu membangun rumah dg kasih sayang, seolah org yg kau cintai yg akn menempatinya.
Yaitu menebar benih dg kelembutan dan memetik panen dg riang, seolah org yg kau cintai yg memakan buahnya
(Gibran)
Wow, bener banget ya..
ada juga kata-kata bijak lain yang bilang bahwa kalau kamu memilih pekerjaan yang kamu suka, kamu tidak akan pernah perlu bekerja seumur hidup.

Aku selalu menganggap bahwa orang yang sudah menemukan passion-nya itu beruntung sekali. Mengenali apa passion kita sebenarnya itu kan adalah langkah pertama dalam menjalani kehidupan pekerjaan yang panjang kelok-keloknya (idih, sok tau banget ye :p)
Tapi emang iya kan, kalo punya mimpi tertentu itu pasti jalan yang harus ditempuh ga bakalan gampang. Nah kalo emang passion-nya disitu, pasti lebih kuat bertahan kalo menghadapi masalah.
Orang yang bekerja dengan passion outcome-nya juga pasti nanti bakal jauh lebih bagus ketimbang yang bekerja untuk sekedar menjalankan tugas aja (walaupun aku kenal juga beberapa orang yang tetap bekerja sangat baik di tempat yang aku tahu mereka ga suka-suka amat. Ini menurutku orang-orang hebat yang bisa menjaga konsistensi bekerja dimanapun mereka ditugaskan. Orang2 luar biasa!! *YouKnowWhoYouAre* )

Saat ini aku sudah tahu yang aku suka (aku mengenali apa yang aku suka dengan cara yang aneh yaitu aku selalu deg-degan dan excited setiap kali aku mengerjakan hal itu hahaha) dan mudah-mudahan nanti bener-bener bisa kerja di bidang itu juga, walaupun sepertinya ada banyak hal (tak terduga) yang bisa jadi halangan untuk kerja di situ.

Brick walls are there to prove how bad you want something.


Indeed :)